1/14/2011 09:47:00 PM | Posted in

Hari, tanggal, dan tempat yang sama seperti note sebelumnya

Bismillahirrahmaanirrahiim...

Assalamu’alaikum sadayana... :)

Ini, ada suatu kisah lagi, aku ambil dari buku yang sama sumbernya dengan notes ku yang sebelum ini.. Kisah klasik zaman Rasullullah saw yang sempat membuatku terenyuh, membuat alis mataku terangkat ke atas, dan melantunkan ‘oo..’ panjang. Masih seputar kelahiran Rasulullah saw, tapi bukan Rasul yang akan beradegan dalam cerita ini, melainkan orang2 dewasa di sekitarnya dan di masa sebelum Rasul lahir. Meyakinkan saya kembali bahwa sedurjana-durjananya orang sekalipun, pada dasarnya adalah baik atau ada secuil kebaikan di dalam dirinya. Hanya saja perubahannya itu mendapat campur tangan waktu, lingkungan, dan pilihan masing2. Semoga menjadi pelajaran tersendiri yaa. Enjoy guys! :D“Alkisah, Abu Lahab yang kelak tiada henti-hentinya berusaha membunuh Rasulullah saw, ternyata turut menyambut kelahiran bayi Muhammad saw. Bahkan karena gembiranya, orang yang terkenal paling bakhil ini pun tidak sungkan-sungkan memerdekakan hamba sayayanya, hanya karena menyampaikan berita tentang kelahiran ‘putra dua orang kurban’.”

Abu Lahab bin ‘Abd al-Muthalib adalah saudara kandung ayah Muhammad saw, ‘Abdullah bin ‘Abd al-Muthalib. Dialah musuh bebuyutan yang hingga akhir hayatnya tak kenal lelah dalam memusuhi perjalanan dakwah Rasulullah saw. Bahkan sedemikian terkenalnya, namanya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai nama Surat. Yakni al-Lahab, yang isinya menginformasikan tentang kekejiannya.

Sebagaimana Allah firmankan :

“Binasalah kedua tangan abu Lahab, dan sungguh-sungguh binasa ia. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak ia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang dilehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab : 1-5)

Namun tak diduga bahwa pada saat Muhammad saw lahir, Abu Lahab termasuk orang yang paling merasa beruntung ketika mendengarnya. Alangkah girangnya Abu Lahab ketika mendengar kelahiran itu. Saking gembiranya, saat itu juga si budak yang menyampaikan informasi itu dimerdekakan.
Sungguh luar biasa! Mengapa?

Bagi orang lain, mungkin bisa dipandang biasa. Tetapi bagi orang yang terkenal bakhil seperti Abu Lahab, jelas menjadi luar biasa. Jangankan harta sebesar budak yang harganya mahal, harta sepeser pun baginya amat disayang.

Tentu ada alasan lain yang mendorong Abu Lahab tiba-tiba berubah menjadi seorang yang dermawan, memerdekakan sahayanya tanpa tebusan. Ia adalah saksi hidup yang menyaksikan betapa mengharukannya saat sang ayah bayi, diundi sebagai persembahan.

PUTRA DUA ORANG KURBAN

Setelah menjadi rasul, Muhammad saw pernah bersabda bahwa dirinya adalah putra dua orang kurban. Kurban pertama, Isma’il bin Ibrahim as dan kurban kedua adalah ayahnya sendiri, ‘Abdullah bin ‘Abd al-Muthalib.

Kurban pertama, dikisahkan dalam Al-Quran Surat al-Shaffat : 100-109, tentang penyembelihan Isma’il as oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as, atas perintah Allah SWT. Ketika siap disembelih, tubuh Isma’il secepat kilat diganti oleh Allah dengan kambing besar dari surga.

Kisah kurban pertama ini kemudian diabadikan dengan ibadah Qurban oleh umat Nabi Ibrahim as dan nabi-nabi sesudahnya, sampai dengan umat Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman.

Dari kisah ini pula, tampaklah bahwa nasab Rasulullah saw adalah nasab yang amat mulia, baik dari garis ayah maupun dari garis ibu, keduanya bersambung sampai Rasul Ibrahim as yang berarti bersambung pula sampai nabi Adam as. [hei! Tunggu sebentar, nasab kita semua kan juga sampai Nabi Adam. piye tho!]. Sebagaimana ditegaskan dalam sabdanya :

“Aku adalah Muhammad, putra ‘Abdullah, putra ‘Abd al-Muthalib, putra Hasyim, putra ‘Abdu Manaf, putra Qushayi, putra Kilab, putra Murrah, putra Ka’ab, putra Luayyi, putra Ghalib, putra Fahir (Quraisy), putra Malik, putra Nadhar, putra Kinanah, putra Khuzaimah, putra Mudrikah, putra Ilyas, putra Mudhar, putra Nizzar, putra Ma’adm putra ‘Adnan...” (HR. Ahmad, al-Bukhari, Muslim dan al-Nasai)
Tidak diragukan lagi bahwa ‘Adnan adalah putra Nabi Isma’il bin Ibrahim as. Sedangkan dari garis ibu, bahwa Aminah adalah putri Wahhab, putra ‘Abdu Manaf, putra Zuhrah, putra Kilab, putra Murrah. Maka pada Kilab inilah bertemu nasab Rasulullah saw, dari garis ayah dan ibu.

Adapun kurban kedua, dikisahkan bahwa Abd’ al-Muthalib adalah petugas penyedia air untuk jamaah haji. Padahal air itu harus diambil dari perigi-perigi yang amat jauh. Pekerjaan ini jelas berat. Ia memerlukan pekerja yang banyak dan kuat-kuat. Maka terpikir olehnya, untuk menggali kembali telaga Zam-zam yang selama itu kering tertimbun pasir.

Setelah keinginan itu disampaikan kepada para pembesar Quraisy, mereka menanggapinya negatif. Maka ‘Abd al-Muthalib pun bernadzar : “Sekiranya Tuhan memberiku sepuluh orang anak laki-laki yang kuat-kuat dan tumbuh hingga dewasa yang siap membantu pekerjaanku ini, maka satu diantaranya akan ku sembelih di dekat Ka’bah sebagai kurban persembahan kepadaNya.”

Pada saatnya, ternyata Tuhan mengabulkan keinginan ‘Abd al-Muthalib. Maka dipenuhilah nadzarnya. Sepuluh orang anaknya dikumpulkan di dekat Ka’bah, lalu diundi namanya. Ketika diundi, ternyata nama yang keluar adalah nama ‘Abdullah, putra yang paling ia sayangi.

Para pembesar Quraisy tidak sampai hati melihat pengurbanan itu. Maka ketika ‘Abd al-Muthalib siap melakukan penyembelihan, mereka mencegahnya seraya menyarankan agar meminta nasihat terlebih dahulu kepada sesepuh (‘orang pintar’) terkenal di Khaibar.

‘Abd al-Muthalib pun menyetujui saran itu. Ia datang ke Khaibar dan dinasihatkan agar undiannya diulang. Dengan cara mengundi dua nama saja, yakni ‘Abdullah dan 10 ekor unta, bukan nama sepuluh anaknya. Jika keluar nama ‘Abdullah, supaya diulang lagi dengan 20 ekor unta.

Demikian seterusnya, setiap ulangan, jumlah untanya harus ditambah 10 ekor. Sampai yang keluar adalah nama ‘unta’, bukan nama ‘Abdullah.

‘Abd al-Muthalib pun segera kembali ke Ka’bah melakukan undian. Dan ternyata undian pertama sampai undian ke sembilan, berturut-turut yang keluar adalah nama ‘Abdullah. Baru pada undian ke sepuluh yang keluar adalah nama ‘unta’, yang berarti jumlahnya mencapai 100 ekor.

Kemudian ‘Abd al-Muthalib segera menyembelih 100 ekor unta di dekat Ka’bah, tepat di depan berhala Usaf dan Nailah. Di situlah biasanya orang-orang Quraisy menyembelih persembahannya. Daging yang sedemikian banyak itu, ia bagi-bagikan kepada masyarakat sekitar, dan sebagian lagi diberikan untuk makanan binatang dan burung.

Akhirnya ‘Abdullah selamat dari penyembelihan. Namanya menjadi sangat terkenal dan menjadi buah bibir masyarakat luas, karena rasa simpati mereka kepadanya.

Mengingat usianya yang sudah cukup dewasa, maka sebagai pelipur lara bagi ‘Abdullah, sang ayah kemudian menikahkannya dengan putri Wahab yang rupawan bernama Aminah.

Tidak lama ‘Abdullah menikmati indahnya bulan madu, terpaksa ia harus meninggalkan Aminah pergi berniaga ke negeri Syam. Dan malang baginya, di tengah perjalanan pulang ke Makkahm tepatnya di Yatsrib (Madinah) ia jatuh sakit dan meninggal dunia. Ia pulang tinggal nama, karena jasadnya pun dikebumikan di Yatsrib.

Bersamaan dengan datangnya berita kematian ‘Abdullah ini, sang istri di Makkah telah mengandung dua bulan. Alangkah terpukulnya perasaan Aminah. Baru merasakan nikmatnya surga dunia, suami tercinta mendahului pergi untuk selama-lamanya.

Peristiwa mengharukan itu ternyata diingat betul oleh Abu Lahab. Setiap kali ia mengingatnya, hatinya terasa begitu pilu. Sehingga ketika janin saudara kandungnya itu lahir dengan selamat, seakan ia mendengar kalau ‘Abdullah yang amat ia sayangi, hidup kembali.

Itulah salah satu sebab yang menjadikan Abu Lahab yang terkenal bakhil, tiba-tiba begitu dermawan memerdekakan sahayanya tanpa sedinar pun, ialah Tsuwaibah al-Aslamiyah, yang kelak menjadi salah satu ibu susu Rasullullah saw .

Wallahu’alam.


Humm.. kisah yang menarik bukan? Pada saat mengetiknya kembali, aku jadi merenungkan tentang asal-usul ku yang belum aku ketahui sepenuhnya. Pernah suatu hari mamah menceritakan dan menyebut nama nenek-nenek ku beserta saudara-saudaranya yang susah aku menghapalnya. Sampai sekarang ada mbah-mbah ku yang masih hidup, tapi aku tidak terlalu mengenalnya. Pernah mengunjungi mereka sih saat aku ke diboyong ke Purworejo.

Itu dari mamah, belum lagi dari Papah. Nenekku ada dua. Dan menghapalkan saudara papah yang ada 9 itu susah sekali dan kami pun jarang bertemu. Jangan-jangan mereka juga tidak kenal aku. Semua tersebar di Padang, Palembang, Bogor, luar negeri, dll. Belum lagi anak-beranak (padahal ada yang usianya juga tidak beda jauh denganku) dan cucu-cucu yang dihasilkan, berjibun. Dah ah, nyerah, aku ga apal!

Ringkasnya sih, total nenek ku ada 4 dan kakek ada 2. Masing-masing kakekku punya istri dua. Yah, hanya sampai situ pengetahuanku, angkatan atasnya alias ayah dan ibunya si kakek dan nenek, aku sudah tak tahu lagi. Aku lebih dekat dengan saudara-saudara dari keluarga mamah, soalnya tempat tinggalnya seputaran pulau Jawa. Kangen uy, apalagi dengan sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan aku! Salam! :))

Aku sempat khawatir bahkan sampai sekarang, bahwa aku tidak kenal saudara-saudaraku yang segaban itu akan membuatku merasa keluargaku hanya 4 orang. Mamah, papah, gilang, dita. Itu tok! Tapi yaa, kerasanya memang begitu sih. Namanya juga keluarga kecil. Nantilah, insya Allah, aku buat keluarga kecil ini bertambah dan kami bisa dekat satu sama lain.. hehehe..

Dan sebagai penutup, aku ingin menyampaikan sehubungan dengan proses undian dan kurban yang diceritakan dalam kisah ini, yaitu bahwa takdir Allah itu pasti dan rencana Allah begitu sempurna menggetarkan hati dan jiwa. Semua ada maksud tersendiri. Allah selalu menguji kita pada titik terlemah, bukan pada titik yang terkuat. Jika kita belum lulus dalam ujian itu, Allah tidak akan membiarkan, dan akan terus menguji kita hingga kita lulus. Jadi jangan menyalahkan keadaan, barangkali segala masalah sama yang terus berulang terjadi pada diri kita itu membuktikan bahwa kita belum lulus ujian.

So, kawan carilah solusi dari masalah kita masing-masing. Dan teruslah mencari masalah. Mencari masalah adalah keahlian kita sebagai manusia sebenarnya. Kalau tidak ada masalah, kita akan terus stagnan, jalan ditempat, membeku, atrofi. Jalanilah dengan ikhlas dan hati yang lapang. Enjoy life! Hidup cuma satu kali, berkembanglah dengan masalah, nikmati setiap nafas kehidupan, senantiasa bersyukur jangan banyak mengeluh, berkolaborasi dengan waktu, beramal, bekerja keras, bekerja cerdas, menaklukkan dunia dan meraih akhirat yang didamba. Hehe, sebenarnya ini jeritan hati yang terus menggema dan berusaha mengingatkannya dengan menghalau jauh-jauh hawa nafsu dan memukul-mukul otakku sampai berbintang-bintang. Refleksi diri. Khususnya, untuk diri sendiri yang jauh dari sempurna ini.

Semoga bermanfaat.. ^^

Ditulis sebelum sarapan pagi tanggal 1 Mei 2010 (akhirnya... Mei, bulan istimewaku. Bulan lahirku dan bulan ujian-ujian akhirku selama S1), diiringi lagu-lagu dlm playlist kesukaanku..
Referensi : 41 kisah Mu’jizat & Keajaiban Rasulullah (masih ada sedikit editan disana-sini)

an-Q_me!

Lanjut membaca “Abu Lahab Memerdekakan Sahayanya”  »»
Category:
¡¡
1/14/2011 08:14:00 PM | Posted in


Jumat, hari setelah kamis sebelum sabtu, 14 Februari 2011 (waktu sebenarnya) - 20:20 (cool, eh!) @room sweet room
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Assalamualaikum saudara-saudaraku tersayang... :)

Huwaaaaahh,, akhirnya aku bisa merasakan weekend kembali setelah lama berkutat dengan kesibukan2 dunia. Yah, walaupun hanya bisa menarik napas kebebasan lagi selama 2,25 hari (jumat malam-sabtu-minggu), tapi waktu yang tersedia jangan disia-siakan begitu saja, so isilah seefektif dan seefisien mungkin, seperti : tidur cukup sebelum ujian mini C-ex hari senin depan, hehehe..


Tapi sebelum aku berhibernasi (dan tak lupa persiapan ujian alias belajar hidup-hidupan), ingin kubagi sebuah kisah yang pernah aku baca dulu. Sebuah buku menarik tentang mukjizat dan hal-hal yang belum pernah kuketahui detailnya sebelum ini. Sebuah buku yang menggambarkan keajaiban dari sosok seorang Rasul yang namanya selalu kita lantunkan dalam sholat dan shalawat kita. Keajaiban-keajaiban yang tidak hanya ada di dalam dirinya, tetapi juga melibatkan alam semesta beserta seluruh isinya. Tatkala membacanya, aku punya keinginan dan harapan semu untuk bisa membalik waktu dan berada di zamannya, demi pembuktian dengan indra dan kepuasan batin. Mungkin kalian pikir aku gila, tapi itu dulu yang kurasakan, sekarang mah biasa-biasa aja, heu.. Karena, hari ini adalah hariku, detik ini adalah nafasku..

So, yuk mari kita menjelajah waktu dan berkelana ke zaman saat Rasulullah saw baru dilahirkan..


"Syaikh Jafar bin Hasan bin 'Abd al-Karim al Barzanji mengisahkan, bahwa kelahiran jabang bayi Muhammad, berarti turunnya Nur Muhammad ke alam nyata. Maka berbagai keajaiban pun terjadi sejak bayi dalam kandungan, persalinannya dibidani oleh bidadari (bukan dokter2 Obgyn, hehe..), dan jabang bayi lahir suci-bersih, bahkan sudah berdandan dan pandai berisyarat atas keagungan dirinya.”

Dikisahkan bahwa sebelum Allah SWT. menciptakan segala sesuatu, terlebih dulu Dia menciptakan Nur Muhammad. Maka dengan Nur Muhammad inilah Dia menciptakan alam semesta. Bumi, langit, dan segala isinya; bahkan jin dan malaikat sekalipun, termasuk dalam menciptakan Adam as. Sehingga ketika Rasulullah saw. masuk ke langit pertama dalam perjalanan Isra’-Mi’raj, Adam as. menyambutnya seraya bersabda : “Selamat datang wahai Anak Rupaku sekaligus Bapak maknawiku” (al-Hadits)

Maka sejak Aminah mengandung janin Muhammad, berarti Allah SWT telah memindahkan Nur Muhammad dari sisi-Nya ke dalam rahim Aminah. Sehingga wajarlah apabila alam semesta dibuat gempar olehnya dengan berbagai keajaiban yang luar biasa.

Seluruh penjuru langit dan bumi seakan bergetar dibuatnya. Keadaan bumi yang sekian lama gersang, tiba-tiba subur dengan aneka tumbuh-tumbuhan menghijau bagai hamparan sutra. Buah-buahan segar mendadak melimpah bergelayutan pada ranting-ranting pohon. Batang kayunya melengkung ke bawah karena banyaknya beban buah, sehingga memudahkan para peminat untuk memetiknya. Hewan-hewan piaraan milik orang-orang Quraisy seakan-akan berbicara dengan fasihnya, turut riang menyambut kehadiran Nur Muhammad di alam nyata.

Lebih berbahagia lagi ialah sang ibu, Aminah binti Wahab, yang mengandungnya. Sedihnya ditinggal sang suami, ‘Abdullah, seakan terlupakan. Ia sangat terhibur oleh mimpinya saat ditemui oleh seseorang yang berwajah suaminya dan berpesan : “Wahai Aminah, jangan bersedih! Ketahuilah bahwa janin yang kau kandung itu adalah insan terpuji calon pemimpin umat sedunia hingga akhir zaman!”
Lebih dari itu, saat mengandung pun tubuh Aminah tetap segar bugar. Ia tidak mengalami banyak keluhan, seperti letih, mual, kurang darah, atau keluhan lain yang biasa dialami oleh ibu hamil pada umumnya (huft, kelak aku ga akan mengeluh! [PeDe! :p])

Sejak kandungan berusia 2 bulan, Aminah telah ditinggal oleh suaminya, ‘Abdullah bin ‘Abd al-Muthalib. Maka sejak saat itu, ia telah hidup menyendiri di rumah mertuanya, ‘Abd Al-Muthalib. Dan dalam kesendiriannya itu pula, ia melahirkan. Bahkan sang mertua pun kebetulan sedang pergi melakukan thawaf mengitari Ka’bah.

Tepat pada usia kandungan Aminah genap 9 bulan 10 hari, datanglah 2 orang bidadari suci, Dewi Asiyah dan Dewi Maryam. Keduanya datang untuk menemani kesendirian Aminah dan membantu persalinannya.
Atas bantuan 2 orang ‘bidan’ bidadari itu, persalinan Aminah berlangsung lancar tanpa mengalami kendala sedikit pun. Tepat pada malam Senin, 12 Rabi’al-Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi, lahirlah bayi agung, Muhammad saw.

Sang jabang bayi lahir dalam keadaan sehat dan sangat luar biasa! Begitu lahir, sekujur tubuhnya bersih tanpa noda sedikitpun. (harusnya ditambah menangis dengan keras yaa..? :p). Jangankan bercak darah, bekas basahan air ketuban pun tidak ada. Bahkan ia sudah dikhitan, tali pusarnya sudah dipotong, menebarkan aroma harum mewangi, rambutnya sudah diminyaki dan disisir, serta kedua matanya sudah bercelak sangat indah. Masya Allah..!

Lebih dari itu, begitu sang bayi lahir, langsung kedua tangannya menapak di atas tanah, layaknya seorang yang sedang sujud ketika shalat. Namun bagian kepalanya menoleh ke atas, wajahnya menatap ke arah langit. Subhanallah..!

Itulah isyarat sang calon panutan umat sedunia hingga akhir zaman. Derajatnya begitu luhur sebagai Nabi dan Rasul, bahkan penghulu segala Nabi dan Rasul (Sayyid al-Anbiya’ wa al-Mursalin).
Usai membantu persalinan Aminah, 2 orang bidadari itu pergi darinya. Maka bergegaslah Aminah pergi memanggil mertuanya yang sedang thawaf tak jauh dari rumahnya. ‘Abd al-Muthalib pun menghentikan thawafnya, lalu berlari menjenguk cucunya yang baru lahir. Dengan rasa haru, diraihlah sang bayi, dibopong, ditimang-timang, dibawa thawaf mengelilingi Ka’bah seraya memanjatkan doa agar kelak sang cucu diberikan kebahagiaan hidup dunia-akhirat. Cukup lama ‘Abd al-Muthalib mengerjakan thawaf dan berdoa di sekeliling Ka’bah. Dengan khusuknya ia berdoa, sehingga nyaris terlena dalam buaian Tuhannya.

Sebagaimana adat yang berlaku saat itu, maka setelah bayi berusia 7 hari, ‘Abd al-Muthalib menyelenggarakan ‘aqiqah yaitu upacara atau walimah perayaan kelahiran bayi dengan menyembelih 2 ekor kambing terbaik, jika bayinya laki-laki; dan menyembelih seekor kambing jika bayinya perempuan.
Bagi ‘Abd al-Muthalib, ‘aqiqah itu dinilai sangat penting artinya. Karena dalam upacara itulah ia dapat mengungkapkan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta, dengan disaksikan oleh segenap sanak kerabat dan handai taulan, dan meminta doa restunya atas kelahiran sang cucu.

Demikian besar harapan ‘Abd al-Muthalib agar kelak sang cucu tumbuh dewasa menjadi insan yang benar-benar terpuji, baik di mata manusia, lebih-lebih di mata Tuhannya. Maka diberikannyalah nama Muhammad, yang artinya orang terpuji.


“Berdasarkan beberapa riwayat hadits yang terpercaya (tsiqah), Syaikh Ja’far bin Hassan mengisahkan, bahwa alam semesta benar-benar gempar menyambut kelahiran sang bayi agung Muhammad. Banyak sekali peristiwa alam yang terjadi di luar perhitungan akal sehat, Semua itu menjadi bukti keajaiban seorang calon nabi dan rasul pilihan Allah SWT.”

Alam semesta, dari malaikat, jin, setan, bintang gemintang di langit, lembah dan ngarai, gunung-gunung, istana kekaisaran Persi dan nyala api unggun sesembahan rakyatnya, sampai telaga Sawah dan danau Samawab, semuanya turut gempar oleh cahaya suci sang bayi Muhammad.

Para malaikat langit sibuk bekerja keras memperketat penjagaan. Mereka menghalau setan-setan lancang yang hendak mencuri berita langit. Berita-berita gaib tentang rahasia alam yang akan terjadi. Sangat fatal akibatnya jika diketahui oleh setan-setan terkutuk. Dengan mendapatkan berita itu, para setan dapat menaklukkan tukang tenung (dukun sesat). Sehingga pada malam itu, setan-setan terlaknat diusir dengan jalan melemparinya menggunakan bintang-bintang bercahaya. Sehingga tampaklah pemandangan di langit, jatuhnya aneka bintang ke berbagai penjuru.

Gugusan bintang Zahrah seakan turun mendekat ke bumi demi menghormati sang bayi. Sehingga tampak sangat terang semua daratan Tanah Haram. Lembah dan ngarainya, bahkan bukit dan gunung-gunungnya, semua tampak cerah tersinari.

Rumah-rumah penduduk di lereng-lereng pegunungan tampak begitu indah terlihat dari Tanah Haram. Bahkan gedung-gedung menjulang tinggi di negeri Syam nun jauh di sana, pun tampak begitu dekat di pandang dari Kota Makkah.

Sebaliknya, gedung-gedung tinggi dan istana kekaisaran Persi, mendadak roboh tanpa diketahui apa sebabnya. Termasuk roboh pula bangunan megah karya Anu Syarwan, yang amat sempurna keindahaannya menurut ukuran peradaban saat itu. 14 menara bangunan yang indah itu, tiba-tiba retak dan pecah berantakan hingga berguguran jatuh menimbuni jalan-jalan kota. Hiruk pikuklah para penghuni istana kekaisaran Persi. Mereka dikejutkan oleh guncangan yang amat dahsyat. Jerit tangis para penghuni istana tak terelakkan. Lebih memilukan lagi, jerit tangis anak-anak kecil dan orang-orang usia lanjut yang tak berdaya menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan. Bersamaan dengan itu, begitu mengherankannya nyala api unggun sesembahan rakyat Persi. Api unggun dan api-api sesembahan yang selama ini dinyalakan terus tak pernah padam, mendadak padam secara serempak. Seolah-olah tuhan-tuhan mereka itu lari entah kemana, meninggalkan para pemuja dan penyembahnya.

Semua itu adalah berkat cahaya suci yang turun bersamaan dengan lahirnya sang bayi agung Muhammad. Cahaya suci yang sangat anti terhadap segala bentuk kekufuran.

Sementara itu, surutlah telaga kota Sawah yang menjadi perbatasan antara kota Hamzan dan kota Qum dari wilayah Iran. Ia mendadak surut karena sumber airnya berhenti mengalir. Sebaliknya, meluaplah air danau Samawah sebagai sarana untuk mengaliri sawah dan ladang di sekitarnya. Padahal selama ini ia kering kerontang. Jangankan untuk mengaliri sawah, untuk minum penduduk pun tidak mencukupi.
Sungguh ajaib peristiwa alam yang terjadi saat itu. Yakni sejak terbenamnya matahari hingga fajar malam Senin, 12 Rabi’ul al-Awal tahun Gajah.

Wallahu’alam.


Kebetulan, hari ini adalah beberapa masa menjelang tanggal lahirku. Hmm.. sempat berkhayal, apa ya yang terjadi sebelum, selama, dan setelah aku dilahirkan? Dan jawabannya (mikir sendiri) : kayaknya ga terjadi apa-apa yang ‘wah’, hehe.. biasa2 aja.. Tanpa adanya gempa bumi dan angin topan, aku lahir dengan proses normal, menangis keras, tidak bisa berpijak di tanah apalagi posisi sujud (karena digendong), berwajah bayi (yang menurutku semua bayi mukanya mirip), dan pastinya mataku merem. Ah, kayaknya APGAR score nya bagus. Hanya saja aku ada kelainan autosomal dominan : Polidaktili. Berdasarkan pengakuan si papah, aku dioperasi setelah itu. Jadi saat aku sebesar ini, aku hanya bisa melihat keloid tipis berbentuk bintang pada proksimal digiti 1 tangan kananku. Sweet! :p

Oh mamah.. oh papah.. oh gilang.. Pasti mereka senang aku ada saat itu.. (referensi dari album foto keluarga sih mereka pada nyengir semua, hihihi...) Tapi sampai sekarang aku belum menanyakan orangtuaku lebih detail tentang proses kelahiranku saat itu dan apa saja yang terjadi. Nantilah kapan-kapan aku tanyakan. :D

Nah bagaimana dengan kalian saudara-saudaraku? Adakah sesuatu yang spesial yang tidak biasa saat kalian dilahirkan? Heu... :)


Dibuat note pada tanggal 30 April 2010, jam malam, in my cozy room..
Referensi : 41 kisah Mu’jizat & Keajaiban Rasulullah (dengan sedikit editan disana-sini)

an-Q_me!

Lanjut membaca “Kelahiran Bayi Agung Nur Muhammad”  »»