12/22/2009 10:30:00 AM | Posted in

[PART 3 : Mata]

Lanjut ah dari notes sebelumnya, mumpung masih kuat ngetik, menjelang sarapan, hehe.. Kisah seru di mata juga ga kalah dengan di Gimul dan THT.. Dan hari mengetik saya ini adalah sehari setelah judisium Mata.. Hari setelah foto2 studio grup kami.. Hari setelah sport jantung ujian kedua kalinya.. Dan mulai hari ini, sy ga dipanggil lagi "hei aci, anak cicendo" tiap pagi ama orang2 rumah.. okeh,yuuk mulai..


Penyambutan di Mata lebih manusiawi daripada di THT (err,, maksudnya terasa lebih berdedikasi dan senang menerima kami).. ada papa nya Grim (baru pertama kali lihat, dan kesannya : ga begitu mirip si grim, hehe piss ah grim.. :p). According to aci (aci yang asli), isi sambutannya dr.Iwan ga beda jauh dengan grup dia sebelumnya.. intinya : RSMC, rumah sakit mata cicendo, adalah RS pusat khusus Mata tipe A sekaligus RS pendidikan di Indonesia. RSMC juga merupakan pusat mata nasional (promosi nih, baru dapet dari SK Menkes) dan kami diwejangi untuk mengambil ilmu dan pengalaman dari sini sebanyak-banyaknya..

Warning!!!!! Pending sebentar.. saya nyerah, saya kelaparan,, mau makan dulu yah yah yah...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------
--------------------------------
-------------
--

Yak puas makan (setelah susah ngebujuk aci, sang peneror menu makan sayah, untuk merestui makan mie goreng),, saya lanjut nulis nih..
Kami sudah harus daftar sebelum hari pertama masuk koas di stase Mata.. Untuk apa? tentu saja untuk finger print, cara absensi terbaru yang pernah saya alami.. Pak Bagus yang melayani saat itu.. Kode absen saya serupa dengan angka kapaknya dan tato (palsu) di dada wiro sableng : 212.. Wuidiii..!! Puas bila lampu mesin berubah warna jadi hijau dan berbunyi piiipp satu kali, tanda absen diterima lalu tercetak jam absen, dan kami mulai kesal apabila lampu tuh mesin berwarna merah dan berbunyi piiiipp dua kali, tanda tdk bisa mendeteksi sidik jari kami.. Kunci : posisi harus tepat dan terutama,, jari harus BENAR, hehe... Malangnya, diantara kami berduabelas, hanya Dya yang tidak bisa menikmati teknologi finger print ini, soalnya dia hyperhydrosis.. Satu-satunya kontraindikasi pemakaian mesin ini, hehe.. Saya baru tahu, ternyata hyperhidrosisnya dya bahkan bisa sampai menetes.. Ckckck...

Hari pertama di Mata adalah penyambutan dan orientasi RS.. diajaklah kami keliling2 untuk melihat 10 poli yang akan rutin kami kunjungi setiap hari tanpa pengawasan (jadi alih kata,kami akan datang bila sempat dan bila kami mau -ciri2 orang2 malas ini,hehe-). Pembagian kelompok juga diumumkan.. Dan ternyata saya menjadi WNA di kelompok, soalnya cuma saya yg dari Indo, 5orang sisanya dari Malay.. Akhirnya, karena sy orang yang mudah beradaptasi dan cenderung terbawa arus pergaulan, jadilah logat saya mulai berbau Melayu saat mengisi waktu bersama mereka.. kadang harus korek kuping dulu pabila ada cakap yang kurang saya tangkap, hehe... Tapi, seru sekali lho bersama Melayuers itu.. Imbasnya, saya jadi suka nonton ipin dan upin (ini mah tontonan idolanya orang2 rumah, sy cm ikut2an..hehe...)
Mulai hari ke-2 barulah kami bersenang2 bimbingan dengan preceptor dan LO..
ini dia yang saya suka : preseptor dan LO saya, comel2 kaliii dan baik hati pula.. kayak barbie.. ^^ Bimbingan selalu santai, menyenangkan dan ilmu yang didapat juga tidak sedikit.. Nah, karena ga diteror seperti di THT, makanya saya berasa nyaman di Mata, walaupun pelajarannya ga kalah banyaknya, tp cepet nyangkutnya di otak, lagi2 saya tidak tahu alasannya kenapa, hehe.. Yang pasti 3 minggu di Mata terasa sebentar bagi saya.. Adit aja baru menyadari di minggu2 terakhir, setelah ujian mini cex, kalau dia udah betah di Mata dan baru mau belajar lebih banyak.. (aahh, lambat kamu dek!!)
Jadi,, ribuan terimakasih untuk perhatian dan dedikasi Irawati Irfani, dr., Sp.M., M.Kes dan Emmy, dr.

Ternyata stase mata mengambil korban dari kami2 yang koas disini.. Pertama, ada musibah kecil yang menimpa kahmini.. Matanya trauma sehabis jatuh dari tangga dan akhirnya dirawat di cicendo (ironis), cuma sehari izin, tapi kami sempat mengunjunginya di ruangan kelas 1.. Matanya mengalami pendarahan dan harus diperban.. Di hari terakhir stase, kami bisa melihat sinekia posterior (irisnya menempel ke lensa) jadi pupilnya tidak bulat regular, tampaknya kahmini tidak rutin dalam pemakaian obat tetesnya.. cepet sembuh yaa kahmi!! Nah pasien ke dua adalah putnad, 22 tahun, status (diakui) belum menikah, dengan diagnosa lama makular hole nya, sejak 1 tahun lalu, hehe.. Akhirnya saya menemani putnad di retina (selagi menunggu, saya sekalian membajak playlist mp3 di komputer ruangan itu yang lagunya bagus2, mumpung sempat, hehe..), terus diperiksa pakai OCT (ocular coherence tomography) seperti CT scan, yang per mata nya bisa bayar 4ratus ribu.. Tapi karena dokter arifin meminta khusus pada dokter aci (aci nya beda dengan yang tinggal dirumah saya ya!), akhirnya putnad ga bayar, senangnyaaa.. Ternyata diagnosis akhir, putnad mengalami retinal dettachment (okeh, selanjutnya hati2 aja ya put, hehe..)

RSMC.. gedung yang berbeda, nama yang berbeda, dan otomatis beda lokasi dengan RSHS.. Terpisah dengan rekan2 koas lain, tapi saya lebih senang di sini.. Bakal kangen ama bala-bala dan pisang aromanya ibu Atun (sang penjaga perpus) yang kami sering rebutan ama residen2.. Pernah, sekali waktu itu sudah kami habiskan sebelum residen pada dateng, ehehehe... Lagian sih si ibu, bukan bawanya sekuali ajah, pasti laku deeh kalo ama kita-kita.. :D Terus ada warteg murah dan enak di samping gedung RS (selalu pesan 1 : capcay, dendeng, dan kerupuk atau 2 : jamur tahu, kentang pedas, dan kerupuk.. Menu pilihan saya yang tidak pernah berubah, hehe..) Datang ke warteg selalu rombongan ky arak-arakan partai.. Nah, selain itu sy kami suka beli eskrim tanpa merek.. walaupun tidak bermerek dan terlihat jelas buatan sendiri, tapi lumayan enak.. minimalis, harganya cukup maksimalis (mengingat tuh eskrim tanpa merek).. nah, kalau ditanya beli dimana oleh adit, wani selalu menjawab : di toko! ehehehe.. Kemudian, kami pun sering ke toko itu buat beli eskrim dan fotokopi bahan2 sekalian.. Trus trus, ada lagi nih, BreadPoint! roti-terpaksa-beli yang dijual di dalam dan di luar tak jauh dari gedung RS.. harganya tak sebanding dengan efek kenyangnya.. tapi teteup ajah di beli asal masih bisa mengganjal perut, terutama kalau bala-bala dan pisang aromanya habis diserbu residen.. Selain itu, ada gulai sate dan daging, yang sebenarnya hanya kami cicipi pada hari pertama masuk sih.. Nah loh, ini malah ngomongin makanan yoo??!! Xp

Sekali waktu kelompok saya diajak ke OK, seru! sayang ga sempat foto2, hehe.. Banyak ilmu yang kami bisa dapat dan melihat prosedur operasi di sana.. tidak seperti di THT, kalau di Mata, kami diantar dan diberi petunjuk terlebih dahulu, baju OK pun disediakan.. Dan kami tidak ditelantarkan disana, dijelaskan ttg seluk beluk operasinya oleh para dokter.. Banyak operasi yang dilakukan disana saat itu, ada operasi eksisi dan grafting pterigium, ada SICE katarak, faco katarak, penjahitan kornea akibat trauma, vitrektomi, dan kami boleh masuk sesuka hati, hehe.. Kesan saya : ternyata operasi katarak (versi facoemulsifikasi yang paling digemari) secepat dan semudah nyunat, tapi tanpa teriakan, jahitan, pendarahan dan air mata (malah air matanya ditambah, biar ga kering, hee..). Variatif sih, tergantung operasi versi apa yang dipakai sesuai dengan indikasinya..

Hmm.. entah kenapa, bagian Mata menjadi salah satu pertimbangan saya untuk mengambil spesialis nanti.. Okeh, impiannya ditabung dulu kalau begitu.. Saya mau icip2 bagian lain dulu.. :D Beda sih dengan azlan yang awalnya ingin ambil spesialis mata, jadi urung niatnya, karena dia menyadari dokter perempuannya lebih banyak daripada yang laki-laki, hehe...

Ujian di mata, sempat terkatung2 nunggu on-call, tapi alhamdulillah lancar, selancar orang tanpa sembelit dan dapet jackpot kasus yang menyenangkan (untuk saya) sekaligus membosankan (barangkali, untuk si penguji).. mini cex dapat kasus pterigium dan soca dapat kasus miopi.. Sekeluarnya dari ruangan, terkekeh-kekeh sendiri sambil mengayunkan tinju ke udara.. :D Lega banget, sampai akhirnya sy baru teringat kekurangan2 yang terlewat disebutkan saat soca, ah tapi whatever deh, udah lewat.. Dan siangnya adalah pengumuman judisium, alhamdulillah semua lulus.. :'D
Sebelum pulang, kelompok saya foto2 dengan dokter emmy, panas2an di lapangan, di depan tulisan R.S.M.C yang gede-gede itu, sekali jepret (okeh dok, nanti saya tag dokter :D).. Tapi kami ga sempat foto2 dengan dokter ira karena beliau sedang sidang tesis dan kami keburu pulang duluan sehabis judisium.. Wah wah, sayang sekali ga dapet foto dokter barbie.. Keluar dari Mata, saya membawa souvenir : resep kacamata untuk miopi saya dari dokter emmy, ehehehe... Nanti beli kacamata baru aaahh!! :D

Dan akhirnya kebersamaan kelompok kami ditutup dengan sesi foto studio di Jonas.. Soalnya di stase berikutnya belum tentu kami bisa bareng lagi.. Jadi kalo ada yang tanya (dokter Emmy, tepatnya), "habis ini kalian mau kemana?" Jawab kami, "ke IP (Istana Plaza)", bukannya ke stase bedah, hehe.. Sehabis foto, sempat terjadi pergumulan saat pemilihan foto yang akan dicetak (si aji yang protes saat gayanya beda sendiri ("totalitas banget dah senyum 3 jari nya!") dengan yang lain, padahal foto itu oke banget lho ji, heheheh..)

Sekali lagi biar ga lupa, kelompok saya di Mata : sy, ily, nadia, wani, dya, azlan..
Nak kate trimekasii tuk kerjasamenya selame nii.. :D

Begitulah sepenggal kisah saat saya stase di bagian Mata.. Bagian Mata merupakan stase kecil, organnya pun yang kecil,, tapi tanpa anugerah mata, kita bukanlah apa-apa.. So, why don't you open your eyes widely to see and to learn?? Kami semua pastinya berharap, semoga selama 8 minggu ini di stase2 kecil, ilmu yang diserap dapat mengisi ruang2 sempit otak kami yang berisi memori dan akan terus mengendap tanpa karat supaya dapat memberikan manfaat besar sebagai bekal kami, para calon dokter, untuk mengabdi pada keluarga dan masyarakat.. Amiiiieenn,,,

NEXT DESTINATION : SURGERY... Em koming.. :'D

anQ_me!

Lanjut membaca “STASE CLING-CLING *u*”  »»
Category:
¡¡
12/22/2009 10:13:00 AM | Posted in

[PART 2 : THT]

Huft.. lagi ga pingin nulis,, tapi akhirnya nulis juga ding.. Nah sekarang, diiringi instrumental Winter Sonata (humm, calming...) saya mau cerita tentang..umm, apa ya? ohiya.. masa2 yang dihabiskan dalam stase mata yang menyenangkan.. Tapi sebelumnya cerita singkat dari THT didahulukan dulu deh, bisi hilap..

Udah berapa lama yah saya meninggalkan THT?? (itung..itung..) yah kira2 6 minggu yang lalu deh.. Gini nih kalo lagi ga mood nulis, dilalaikan terus dari dulu, akhirnya sekarang nyaris lupa mau cerita apa, hehe.. Tapi kesan saya adalah : serasa diburu waktu tapi berasa paling lamaaaaa... Kenapa? soalnya bagian Gimul dan Mata terasa singkat. [Yaeealah gimul singkat, wong cuma 2 minggu.. sedangkan Mata berasa sebentar karena.... nah, nanti detailnya diceritain].. Selain alasan di atas, ilmu di THT susah nyangkut di otak saya, dan saya lupa alasannya kenapa, hehe.. jadi harus extra belajar dalam waktu yang sempit.. di THT kata orang2 adalah bagian paling ga jelas.. (kalo boleh saya tambahkan, ujiannya pun ga jelas) Tapi ga juga sih kalo kita udah berpengalaman dengan kolaborasi antara tenggelamnya rasa malu dan timbulnya rasa ingin tahu.. harus rajin? oow, tentu sahaja.. kl ga kita duluan, mana mau para residen (khususnya) repot2 ngajarin? dan itu berlangsung hampir nyaris selama 8 hari dari 14 hari yang tersedia.. Kok bisa selama itu? yah, soalnya kelompok saya baru dapet stase poli pada 3 hari terakhir belajar dan baru akhir2 itu yang seru dan berasa deketnya dengan residen, soalnya udah ga jaim2 lagi..

Putaran pertama : Ruangan RC III.. Kesan : banyak nyampah, nyalin status, dan masih odong-odong.. Sedikit senang karena bersama dokter Aso yang baik hati.. Saat visite, beliau memaparkan secara singkat mengenai kondisi para pasien kepada kami.. Ada sekitar 20an pasien yang dirawat, dan beliau hapal kondisi mereka.. Satu hal yang saya senangi adalah saya diberi kesempatan kempis balon pada satu pasien (haha.. gitu aja kok dibanggain,, emm, tapi, kesan dan tindakan pertama selalu berbeda,, seperti halnya spade dan jarum suntik pertama yang saya tusukkan di pantat seorang kakek, masih saya simpan beserta bungkusnya di mading ungu kamar saya.. [semua yg ngeliat protes : iiihh udah ga steril! saya cuma cengar cengir ajah, hoho] :'p ) lalu lalu, di ruangan kebanyakan cuma ngobrol, baca buku, latihan skill pake THT kit (dan saya diunggulkan untuk menjadi korbannya-latihan rhinoskopi posterior- Gw bertahan untuk ga muntah tuuh kawan2!!) senangnya, di sini bisa ngeliat secara langsung kondisi para pasien yang cukup mengenaskan, yang membuat saya menjadi amaaat bersyukur diberikan kesehatan sampai sekarang.. Tempat RC III itu kurang nyaman, maklumlah buat mereka yang kurang mampu.. Tapi pelayanan kesehatan yang diusahakan tidak dengan separuh hati kok.. :')

Putaran ke dua : OK (ruang operasi).. Kesan : LEBIH banyak nyampah, pegel2, dan sempet nyimpen BB nya dokter nur akbar,hehe.. Paling singkat 3 jam, paling lama 5 jam harus berdiri nungguin operasi selesai.. tapi toh akhirnya tewas dengan bersandar dan duduk di lantai disela-sela waktu2 operasi, malah sempet tidur, wkwkwk... Tapi cukup banyak yang bisa didapat disini.. Operasi secara langsung, seperti pemotongan, penyayatan, pengeboran, penjahitan, dan lain2 pada mereka yang sadar maupun tidak sadar tergolek di atas meja operasi bisa saya perhatikan baik2.. semburan darah? biasa.. (yang tidak biasa saat semburannya secara jitu tepat menghantam di tembok sekitar 1 meter di atas kepala saya) Erangan dan hentakan saat pasien ditrakeostomi? lumrah.. Terpana melihat tiroid sebesar kepalan orang dewasa, gerombolan polip hidung, rusaknya atrum mastoid, dan sebagainya.. Seru sekali, cuma yah itu, karena saya tidak terbiasa upacara bendera lebih dari 2 jam, ataupun bertahan menemani mama belanja belanji (tp, kan kasihan kalau ga ditemani), alhasil : Lumbar ku yang paling bermasalah!!

Putaran ke tiga : Poli!! ini nih.. waktu2 menjelang ujian, dan lebih banyak teror dan tekanan.. sebenarnya tekanannya udah dari awal masuk sih.. Kok berasa buanyak banget bahan yang harus dibaca, mana ditambah preceptor yang maunya perfect! Ada beberapa ruangan yang bisa dikunjungi : 1.Poli umum. Nah, ini lebih mengasyikkan, ambil pelajaran sebanyak2nya dari pasien yang bisa kita kerjain (intervensi-red).. Latihan anamnesis dan PE.. Kadang dikasih ama residen (dokter Yanuar :D) untuk periksa pasien, yang setelah 5menit kemudian, beliau datang dan mengomentari "hah? baru di anamnesis? belom di otoskopi dari tadi? ckck.." Saya dan adit cuma senyum2 :'p Terus bereng dokter Yanuar, qt ke ruang transilluminasi buat periksa sinus.. hoho, gelap2an di ruang sempit.. Dan yang paling saya senangi, saya diberi kesempatan oleh dokter Oji untuk spulling alias membersihkan kotoran telinga (spulling aja deh ya bilangnya biar kedengeran keren dan bukan seperti petugas pembersih kotoran :p) beuh, ga usah ditanya bau dan penampakan kotorannya.. ada yang jamur, ada juga kotoran telinga mengeras spt lempeng atau batu.. iuwh! Sehabis bersihin, saya meniatkan dengan sangat untuk mencuci jas koas saya setelahnya.. Uhm, tapi saya bangga bisa spulling! Temen2 lain ga sempet melakukan.. (si adit aja bangga cuma ngelepas tampon hidung sepanjang 10cm doang! gw ngakak..) Sering juga diskusi dan sharing dengan dokter purwadi, yang tanda tangannya paling banyak mengisi daftar kasus yang saya pantau di poli, yg ikut militer juga, seru sambil dengar pengalamannya PTT di ambon yang tampak menyenangkan.. Terus ada dokter widi yang suka ngetes pengetahuan kami (dokter Yanuar dan dokter Ade juga sih) dan menertawakannya kl kami ga tau, tapi orangnya kocak banget.. Selain itu, 2. Rhino & Alergi. Di sini kami lihat SPT (skin prick test) dan saya mupeng pingin tau sy alergi apa yg buat saya bersin2 terus (banyak yg ngomongin kayaknya, hehe..) tapi mahal dan ga digratisin buat koas. Kt dokter Yan boleh, tapi pake yang bekas pakai (pundung ah saya, dok! Xp) Selanjutnya, 3. Ruang Tindakan NPC (nasopharyngoscopy) melalui layar monitor, lihatlah isi hidung sampai nasofaring yang berdarah-darah.. Ada kejadian seru di ruangan ini saat hari pertama saya masuk THT (bodoh sekalii!!) sy baru pertama kali mengalami "black-out" yg dari gejalanya sepertinya gara2 hipotensi (heh, masa gw hipotensi??!!). Selama sekitar 10 detik pandangan sy hitam, ga bisa lihat apa2 diawali dengan melihat percikan bintang kristal putih.. Akhirnya saya cuma bisa duduk, keringat dingin, dan pucat banget (kata putnad yg khawatir dan langsung papah saya ke ruko dan memoto muka pucat gw, hee bukti otentik). Dan keselnya, saya jadi terkesan rapuh, aga diketawain sama dokter di sana.. Huh! saya tidak rapuh!! Tapi baru istirahat 10 menit di ruko, sy udah fit lagi.. Jadi keliling2 poli lagi deh.. :D Terus, 4. Otologi. Gitu-gitu wae, kadang kesana kalau ada tindakan, seperti pengeluaran isi perikondritis waktu itu.. terakhir, 5. Audiologi. Sempet diajarin dokter Meil ttg hearing loss dan audiogram, wlpn awalnya jutex.. Trus ada dokter sally, yang cantik, dan sempat menawarkan kami untuk ikut penyuluhan di daerah.. Tp sy jarang kesini, walau tempatnya bagus dan nyaman.. Pokoknya selama di poli, lebih banyak senyum2 kyk orang sinting, soalnya hampir tiap waktu papasan sama dokter2 dan ketawa2 kl lagi pada bercanda ama residen2.. Residennya banyak, tapi kami hapal nama mereka semua (kami meragukan mereka hapal nama kami semua) dan sering berinteraksi.. Itu enaknya di THT! Kl di Gimul ga ada residen, kl di Mata cuma dekat dengan LO aja..

Selang waktu, di THT ada tugas jaga juga.. Maksimal mpe jam 9 sih, tapi bahkan seringnya jam 6 atau 7 udah boleh disuruh pulang ama residen.. Syahdan, pertama kali jaga, sy dan putnad semangat sekali untuk lihat trakeostomi sampai bela2 in pulang jam 1/2 10 malem. sebenernya kami nungguin on-call nya dokter Jipie sih, yang katanya persiapan pasiennya belom beres2 kala itu. Nunggunya aj yang lama, operasinya cuma 20menit, huft! Terus bareng dokter Yan juga, hehe.. tapi akhirnya kami (putnad, tepatnya) dibantai dengan Signet ring nya dokter Yan, saat putnad awalnya bertanya seputar tentang letak insisi trakeostomi.. Bolelah malu tapi belajar.. ada kejadian juga saat jaga, seorang anak kecil kemasukan UFO (benda asing-red) di hidungnya.. Butuh kekuatan kuli 5 pasang tangan koas buat megangin tuh anak biar ga berontak, walaupun udah pakai selimut iket, hehe parah! hmm, dan di THT bisa banyak waktu yang bisa kami habiskan bersama residen, kebersamaannya juga okeh.. Beda dengan Gimul (yang residennya sama sekali takada) dan Mata (paling cuma dekat dengan LO aja)..

Preseptor kami, Lina Lasminingrum,dr., M.Kes., Sp.THT-KL (harus hapal gelar yah! mahal!), adalah seorang wanita muda cantik, segar, agak tomboi, perfeksionis yang selalu mencak-mencak frustrasi nyuruh kami ini itu.. Mau ketemu beliau ajah takutnya ampun grogi. Mau bimbingan udah kayak ujian.. Mekanismenya on-call, tau2 kita disuruh kumpul ajah gitu.. But, she's funny, i think.. Saya selalu terpana dengan gayanya, asik berjiwa muda, brillian.. :D Sebenernya orangnya baik kok, walaupun meneriaki kami "ini ga cerdas banget deh.. ga cerdas!!" saat pintu ruko dibukanya (sebelumnya dalam keadaan tertutup), padahal kami didalamnya menunggu bimbingan sang dokter disana.. "Udah tau ada bimbingan disini, kenapa pintunya ditutup?? coba! kalo saya ga peduli, saya ga akan nge-cek ke dalem.. Gimana sih ini?? Adit?? Angita??" Selanjutnya, selama 5menit mempermasalahkan pintu.. Dan kembali,, saya kembali terpana.. :') Lalu, lagi,, saat kami akan ujian tulis dadakan, beliau sempat mengunjungi kami di ruang sidang, dan mengomentari "kalian ada ujian hari ini? emang bisa??" waduuh! ngejleb! ehehe, habisnya sehari sebelumnya kami kena bantai beliau saat bimbingan "saya pikir udah minggu ke 3 disini kalian udah ahli! huff!" tambahnya pedih.. Walaupun begitu, pada akhir stase kami di THT, kami dengan senang hati mengabadikan untuk berfoto bersama beliau.. Pada cengengesan semuah, hehe.. Seru yang menggigit lah pokoknya! Makasih dok! :D
Terus buat LO kami juga, dokter Eka, walaupun baru sering ketemu nya di hari2 menjelang ujian, tapi sempat ngasih kisi-kisi ke kami,hehe..
[ohya, tambahan berita duka : saya baru menerima kabar bahwa hari senin minggu lalu, orang tuanya (entah ayah atau ibunya) dokter Lina meninggal dunia.. Kami turut berduka dan mendoakan yang terbaik bagi almarhum.. :'(]

Begitulah cerita singkat yang tiap harinya selalu berkesan bagi saya, pokoknya ada ajah hal-hal kecil yang selalu membuat warna,, dengan teman2 yang asik disini (semuah) dan saling nge-annoying (adit doang-red, piss ah! Xp),,
Biar ga lupa, sy tulis ah kelompok preseptornya : sy, adit, putnad, dya, azlan, kahmini
Kelompok jaga : sy, putnad, aji, nadia, ily, kahmini
Thx to all for working and enjoying together.. :D

anQ_me!

Lanjut membaca “STASE SEGER.. SEGER.. :D”  »»
Category:
¡¡