1/14/2011 08:14:00 PM | Posted in


Jumat, hari setelah kamis sebelum sabtu, 14 Februari 2011 (waktu sebenarnya) - 20:20 (cool, eh!) @room sweet room
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Assalamualaikum saudara-saudaraku tersayang... :)

Huwaaaaahh,, akhirnya aku bisa merasakan weekend kembali setelah lama berkutat dengan kesibukan2 dunia. Yah, walaupun hanya bisa menarik napas kebebasan lagi selama 2,25 hari (jumat malam-sabtu-minggu), tapi waktu yang tersedia jangan disia-siakan begitu saja, so isilah seefektif dan seefisien mungkin, seperti : tidur cukup sebelum ujian mini C-ex hari senin depan, hehehe..


Tapi sebelum aku berhibernasi (dan tak lupa persiapan ujian alias belajar hidup-hidupan), ingin kubagi sebuah kisah yang pernah aku baca dulu. Sebuah buku menarik tentang mukjizat dan hal-hal yang belum pernah kuketahui detailnya sebelum ini. Sebuah buku yang menggambarkan keajaiban dari sosok seorang Rasul yang namanya selalu kita lantunkan dalam sholat dan shalawat kita. Keajaiban-keajaiban yang tidak hanya ada di dalam dirinya, tetapi juga melibatkan alam semesta beserta seluruh isinya. Tatkala membacanya, aku punya keinginan dan harapan semu untuk bisa membalik waktu dan berada di zamannya, demi pembuktian dengan indra dan kepuasan batin. Mungkin kalian pikir aku gila, tapi itu dulu yang kurasakan, sekarang mah biasa-biasa aja, heu.. Karena, hari ini adalah hariku, detik ini adalah nafasku..

So, yuk mari kita menjelajah waktu dan berkelana ke zaman saat Rasulullah saw baru dilahirkan..


"Syaikh Jafar bin Hasan bin 'Abd al-Karim al Barzanji mengisahkan, bahwa kelahiran jabang bayi Muhammad, berarti turunnya Nur Muhammad ke alam nyata. Maka berbagai keajaiban pun terjadi sejak bayi dalam kandungan, persalinannya dibidani oleh bidadari (bukan dokter2 Obgyn, hehe..), dan jabang bayi lahir suci-bersih, bahkan sudah berdandan dan pandai berisyarat atas keagungan dirinya.”

Dikisahkan bahwa sebelum Allah SWT. menciptakan segala sesuatu, terlebih dulu Dia menciptakan Nur Muhammad. Maka dengan Nur Muhammad inilah Dia menciptakan alam semesta. Bumi, langit, dan segala isinya; bahkan jin dan malaikat sekalipun, termasuk dalam menciptakan Adam as. Sehingga ketika Rasulullah saw. masuk ke langit pertama dalam perjalanan Isra’-Mi’raj, Adam as. menyambutnya seraya bersabda : “Selamat datang wahai Anak Rupaku sekaligus Bapak maknawiku” (al-Hadits)

Maka sejak Aminah mengandung janin Muhammad, berarti Allah SWT telah memindahkan Nur Muhammad dari sisi-Nya ke dalam rahim Aminah. Sehingga wajarlah apabila alam semesta dibuat gempar olehnya dengan berbagai keajaiban yang luar biasa.

Seluruh penjuru langit dan bumi seakan bergetar dibuatnya. Keadaan bumi yang sekian lama gersang, tiba-tiba subur dengan aneka tumbuh-tumbuhan menghijau bagai hamparan sutra. Buah-buahan segar mendadak melimpah bergelayutan pada ranting-ranting pohon. Batang kayunya melengkung ke bawah karena banyaknya beban buah, sehingga memudahkan para peminat untuk memetiknya. Hewan-hewan piaraan milik orang-orang Quraisy seakan-akan berbicara dengan fasihnya, turut riang menyambut kehadiran Nur Muhammad di alam nyata.

Lebih berbahagia lagi ialah sang ibu, Aminah binti Wahab, yang mengandungnya. Sedihnya ditinggal sang suami, ‘Abdullah, seakan terlupakan. Ia sangat terhibur oleh mimpinya saat ditemui oleh seseorang yang berwajah suaminya dan berpesan : “Wahai Aminah, jangan bersedih! Ketahuilah bahwa janin yang kau kandung itu adalah insan terpuji calon pemimpin umat sedunia hingga akhir zaman!”
Lebih dari itu, saat mengandung pun tubuh Aminah tetap segar bugar. Ia tidak mengalami banyak keluhan, seperti letih, mual, kurang darah, atau keluhan lain yang biasa dialami oleh ibu hamil pada umumnya (huft, kelak aku ga akan mengeluh! [PeDe! :p])

Sejak kandungan berusia 2 bulan, Aminah telah ditinggal oleh suaminya, ‘Abdullah bin ‘Abd al-Muthalib. Maka sejak saat itu, ia telah hidup menyendiri di rumah mertuanya, ‘Abd Al-Muthalib. Dan dalam kesendiriannya itu pula, ia melahirkan. Bahkan sang mertua pun kebetulan sedang pergi melakukan thawaf mengitari Ka’bah.

Tepat pada usia kandungan Aminah genap 9 bulan 10 hari, datanglah 2 orang bidadari suci, Dewi Asiyah dan Dewi Maryam. Keduanya datang untuk menemani kesendirian Aminah dan membantu persalinannya.
Atas bantuan 2 orang ‘bidan’ bidadari itu, persalinan Aminah berlangsung lancar tanpa mengalami kendala sedikit pun. Tepat pada malam Senin, 12 Rabi’al-Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi, lahirlah bayi agung, Muhammad saw.

Sang jabang bayi lahir dalam keadaan sehat dan sangat luar biasa! Begitu lahir, sekujur tubuhnya bersih tanpa noda sedikitpun. (harusnya ditambah menangis dengan keras yaa..? :p). Jangankan bercak darah, bekas basahan air ketuban pun tidak ada. Bahkan ia sudah dikhitan, tali pusarnya sudah dipotong, menebarkan aroma harum mewangi, rambutnya sudah diminyaki dan disisir, serta kedua matanya sudah bercelak sangat indah. Masya Allah..!

Lebih dari itu, begitu sang bayi lahir, langsung kedua tangannya menapak di atas tanah, layaknya seorang yang sedang sujud ketika shalat. Namun bagian kepalanya menoleh ke atas, wajahnya menatap ke arah langit. Subhanallah..!

Itulah isyarat sang calon panutan umat sedunia hingga akhir zaman. Derajatnya begitu luhur sebagai Nabi dan Rasul, bahkan penghulu segala Nabi dan Rasul (Sayyid al-Anbiya’ wa al-Mursalin).
Usai membantu persalinan Aminah, 2 orang bidadari itu pergi darinya. Maka bergegaslah Aminah pergi memanggil mertuanya yang sedang thawaf tak jauh dari rumahnya. ‘Abd al-Muthalib pun menghentikan thawafnya, lalu berlari menjenguk cucunya yang baru lahir. Dengan rasa haru, diraihlah sang bayi, dibopong, ditimang-timang, dibawa thawaf mengelilingi Ka’bah seraya memanjatkan doa agar kelak sang cucu diberikan kebahagiaan hidup dunia-akhirat. Cukup lama ‘Abd al-Muthalib mengerjakan thawaf dan berdoa di sekeliling Ka’bah. Dengan khusuknya ia berdoa, sehingga nyaris terlena dalam buaian Tuhannya.

Sebagaimana adat yang berlaku saat itu, maka setelah bayi berusia 7 hari, ‘Abd al-Muthalib menyelenggarakan ‘aqiqah yaitu upacara atau walimah perayaan kelahiran bayi dengan menyembelih 2 ekor kambing terbaik, jika bayinya laki-laki; dan menyembelih seekor kambing jika bayinya perempuan.
Bagi ‘Abd al-Muthalib, ‘aqiqah itu dinilai sangat penting artinya. Karena dalam upacara itulah ia dapat mengungkapkan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta, dengan disaksikan oleh segenap sanak kerabat dan handai taulan, dan meminta doa restunya atas kelahiran sang cucu.

Demikian besar harapan ‘Abd al-Muthalib agar kelak sang cucu tumbuh dewasa menjadi insan yang benar-benar terpuji, baik di mata manusia, lebih-lebih di mata Tuhannya. Maka diberikannyalah nama Muhammad, yang artinya orang terpuji.


“Berdasarkan beberapa riwayat hadits yang terpercaya (tsiqah), Syaikh Ja’far bin Hassan mengisahkan, bahwa alam semesta benar-benar gempar menyambut kelahiran sang bayi agung Muhammad. Banyak sekali peristiwa alam yang terjadi di luar perhitungan akal sehat, Semua itu menjadi bukti keajaiban seorang calon nabi dan rasul pilihan Allah SWT.”

Alam semesta, dari malaikat, jin, setan, bintang gemintang di langit, lembah dan ngarai, gunung-gunung, istana kekaisaran Persi dan nyala api unggun sesembahan rakyatnya, sampai telaga Sawah dan danau Samawab, semuanya turut gempar oleh cahaya suci sang bayi Muhammad.

Para malaikat langit sibuk bekerja keras memperketat penjagaan. Mereka menghalau setan-setan lancang yang hendak mencuri berita langit. Berita-berita gaib tentang rahasia alam yang akan terjadi. Sangat fatal akibatnya jika diketahui oleh setan-setan terkutuk. Dengan mendapatkan berita itu, para setan dapat menaklukkan tukang tenung (dukun sesat). Sehingga pada malam itu, setan-setan terlaknat diusir dengan jalan melemparinya menggunakan bintang-bintang bercahaya. Sehingga tampaklah pemandangan di langit, jatuhnya aneka bintang ke berbagai penjuru.

Gugusan bintang Zahrah seakan turun mendekat ke bumi demi menghormati sang bayi. Sehingga tampak sangat terang semua daratan Tanah Haram. Lembah dan ngarainya, bahkan bukit dan gunung-gunungnya, semua tampak cerah tersinari.

Rumah-rumah penduduk di lereng-lereng pegunungan tampak begitu indah terlihat dari Tanah Haram. Bahkan gedung-gedung menjulang tinggi di negeri Syam nun jauh di sana, pun tampak begitu dekat di pandang dari Kota Makkah.

Sebaliknya, gedung-gedung tinggi dan istana kekaisaran Persi, mendadak roboh tanpa diketahui apa sebabnya. Termasuk roboh pula bangunan megah karya Anu Syarwan, yang amat sempurna keindahaannya menurut ukuran peradaban saat itu. 14 menara bangunan yang indah itu, tiba-tiba retak dan pecah berantakan hingga berguguran jatuh menimbuni jalan-jalan kota. Hiruk pikuklah para penghuni istana kekaisaran Persi. Mereka dikejutkan oleh guncangan yang amat dahsyat. Jerit tangis para penghuni istana tak terelakkan. Lebih memilukan lagi, jerit tangis anak-anak kecil dan orang-orang usia lanjut yang tak berdaya menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan. Bersamaan dengan itu, begitu mengherankannya nyala api unggun sesembahan rakyat Persi. Api unggun dan api-api sesembahan yang selama ini dinyalakan terus tak pernah padam, mendadak padam secara serempak. Seolah-olah tuhan-tuhan mereka itu lari entah kemana, meninggalkan para pemuja dan penyembahnya.

Semua itu adalah berkat cahaya suci yang turun bersamaan dengan lahirnya sang bayi agung Muhammad. Cahaya suci yang sangat anti terhadap segala bentuk kekufuran.

Sementara itu, surutlah telaga kota Sawah yang menjadi perbatasan antara kota Hamzan dan kota Qum dari wilayah Iran. Ia mendadak surut karena sumber airnya berhenti mengalir. Sebaliknya, meluaplah air danau Samawah sebagai sarana untuk mengaliri sawah dan ladang di sekitarnya. Padahal selama ini ia kering kerontang. Jangankan untuk mengaliri sawah, untuk minum penduduk pun tidak mencukupi.
Sungguh ajaib peristiwa alam yang terjadi saat itu. Yakni sejak terbenamnya matahari hingga fajar malam Senin, 12 Rabi’ul al-Awal tahun Gajah.

Wallahu’alam.


Kebetulan, hari ini adalah beberapa masa menjelang tanggal lahirku. Hmm.. sempat berkhayal, apa ya yang terjadi sebelum, selama, dan setelah aku dilahirkan? Dan jawabannya (mikir sendiri) : kayaknya ga terjadi apa-apa yang ‘wah’, hehe.. biasa2 aja.. Tanpa adanya gempa bumi dan angin topan, aku lahir dengan proses normal, menangis keras, tidak bisa berpijak di tanah apalagi posisi sujud (karena digendong), berwajah bayi (yang menurutku semua bayi mukanya mirip), dan pastinya mataku merem. Ah, kayaknya APGAR score nya bagus. Hanya saja aku ada kelainan autosomal dominan : Polidaktili. Berdasarkan pengakuan si papah, aku dioperasi setelah itu. Jadi saat aku sebesar ini, aku hanya bisa melihat keloid tipis berbentuk bintang pada proksimal digiti 1 tangan kananku. Sweet! :p

Oh mamah.. oh papah.. oh gilang.. Pasti mereka senang aku ada saat itu.. (referensi dari album foto keluarga sih mereka pada nyengir semua, hihihi...) Tapi sampai sekarang aku belum menanyakan orangtuaku lebih detail tentang proses kelahiranku saat itu dan apa saja yang terjadi. Nantilah kapan-kapan aku tanyakan. :D

Nah bagaimana dengan kalian saudara-saudaraku? Adakah sesuatu yang spesial yang tidak biasa saat kalian dilahirkan? Heu... :)


Dibuat note pada tanggal 30 April 2010, jam malam, in my cozy room..
Referensi : 41 kisah Mu’jizat & Keajaiban Rasulullah (dengan sedikit editan disana-sini)

an-Q_me!

Comments

1 Response to "Kelahiran Bayi Agung Nur Muhammad"

  1. Anonim On 6:52 PM

    What is the minimum bet for casino - TrickToAction
    How much is 바둑이 게임 the minimum bet for casino? Casino 토토사이트 시스템 배팅 샤오미 Rules 스마일토토 · Minimum Bets. 토토 첫충 넷마블 · Minimum Payouts. · Minimum Odds. · 사설토토 취업 샤오미 Maximum Odds. · Maximum Odds.