Sebenarnya teringat akan janji saya sendiri dan ucapan yang terlontar di hadapan teman-teman, bahwa ada keinginan untuk menuturkan pengalaman2 saya yang biasa-biasa saja (luar biasa, pada waktu-waktu tertentu) dalam bentuk suatu tulisan, jadi akhirnya saya tuangkan juga dalam ketikan-ketikan ini.
Lagipula malu juga si kalau sudah dihumbar-humbar, tp kalo ga jadi eaaaaaaa......(duarrr!!) sayang juga rasanya. Tau kenapa? Karena tujuannya, simpelnya, sebagai kenangan dan pelajaran. Akan menarik sekali 'kan, kalau kita membaca kembali tulisan-tulisan tentang sebagian yang kita alami. Ketawa ada, malu ada, seneng ada, marah ada, bahkan sedih sampai beberlinangan air mata pun ada.. heu, benar2 memalukan.. :") Syahdan, saya suka menulis, tapi karena kecacatan dan kelalaian yang sebenarnya amat tidak penting dan bukan menjadi alasan juga, saya sering sekali menundanya. Lagi-lagi ditunda dan ditunda lagi. Padahal isi pikiran ini merupakan warisan yang berharga (sebagian tidak berharga, tentunya) untuk digoreskan dengan pena. Keinginannya sih hanya ditulis di buku atau di komputer sendiri biar ga perlu dibaca-baca orang. Lagi, kalau dipublikasikan pun akan terlalu mengundang perhatian (ari meni geer, aya kituh nu hoyong ngabaca? heu..) Yah, selama ditimbang-timbang, saya tak berniat untuk membuat suatu blog pribadi. Tapi setelah dipikir-pikir (lamaaa, karena lemot) kontentnya lah yang harus ditata. Jadi, menulis itu jangan asal dan jangan asal tulis. Makin hari, sesuai bertambahnya usia, harus makin matang. (Halah..)Lebih dari itu, tidak sedikit tulisan-tulisan luar biasa yang sudah saya baca, feeling-nya megang banget (ehe..), dengan suntikan semangat baru saat menutup lembar terakhirnya. Sumbernya bermacam-macam, dari kertas kacang (yg separuh saya buang, separuh saya simpan -- oh bukan, bukan bekas robekan!), dari buku, dari status, dari dinding, dari blog, dari surat, dari inbox, dari skripsi (lho!), dll. Hmm, terkadang saya bisa jatuh cinta pada tulisan, bacaan, dan gaya penulisan. Aura tulisan tertentu akan terasa berbeda. Kl sudah baca (bacaan yang menyenangkan tentunya), saya bisa autis ceunah (hehe..). Jadi, mereka yang menjadi penulis itu luar biasa lho! mereka hebat dengan karya-karya yang diakui tercatat. Tulisan itu tidak bersuara dan tidak menggetarkan gendang telinga, namun maknanya akan dalam jika dengan kesungguhan kita pahami dengan pikiran dan hati. Nah, walaupun selama kuliah di FK ada kata-kata ajaib dari dr. Ajat : "never read, never know.. ever read, forget" yang setelah dirasakan, memang banyak benarnya kalau dihubungkan dengan text book kedokteran yang dengan ketebalannya saja mampu menjadi alas kepala untuk tidur ataupun alas gluteal untuk duduk (saya pernah melakukannya, percayalah! Xp) hingga tidak tamat untuk dibaca. Tapi itu tidak selalu begitu, karena bagi saya, membaca akan selalu memperkaya khasanah ilmu, apalagi jika kita membagi pengetahuan kita yang berguna kepada orang lain, yang insya Allah akan tidak habis-habis ilmunya dan manfaatnya, hingga menambah buah amal kita di sana. Yang kita perlukan adalah : memanfaatkan anugerah daya ingat dan skill.Intinya kawan, buku itu adalah jendela dunia, dan buku terhebat di dunia adalah Al-Qur'an (the manual book of our life). Jadi, berkaryalah dan selamat membaca..!! ^.~danQ_me!


1 Response to "The FIRST.."
Bwin Casino Review 2021 - The King of Dealer
Bwin Casino offers a great range of games and slots. This is a safe place to 카지노 play any online gambling in India which is regulated by the